Iklan

Latest Post


6 Negara dengan Tingkat Literasi Terendah di Asia, Ada yang Dekat dengan Indonesia

Bhumi Literasi
Sabtu, 29 Maret 2025, Maret 29, 2025 WIB Last Updated 2025-03-29T14:38:46Z

Pendidikan adalah kunci utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Salah satu indikator penting dalam pendidikan adalah tingkat literasi, yang mengukur kemampuan seseorang dalam membaca dan menulis. Meskipun angka literasi global terus meningkat, masih ada beberapa negara di Asia yang memiliki tingkat literasi sangat rendah. Menurut laporan UNESCO tahun 2024, rata-rata tingkat literasi dunia mencapai 86,81%. Namun, di beberapa negara, angka ini masih di bawah 50%, menunjukkan tantangan besar dalam akses pendidikan.

Tingkat literasi yang rendah sering kali dikaitkan dengan berbagai faktor, seperti kemiskinan, ketidakstabilan politik, dan kurangnya fasilitas pendidikan. Di beberapa negara, anak-anak lebih banyak bekerja untuk membantu ekonomi keluarga daripada mengenyam pendidikan. Hal ini memperburuk kesenjangan sosial dan menghambat perkembangan sumber daya manusia di negara tersebut.

Di Asia, negara-negara dengan tingkat literasi terendah sebagian besar berada di wilayah Asia Selatan dan Asia Barat. Selain itu, terdapat juga satu negara dari Asia Tenggara yang bertetangga dengan Indonesia. Faktor seperti konflik berkepanjangan, ketidaksetaraan gender dalam pendidikan, serta kurangnya infrastruktur sekolah menjadi penyebab utama rendahnya tingkat literasi di negara-negara ini.

1. Afghanistan (37,27%)
Afghanistan memiliki tingkat literasi terendah di Asia dengan angka hanya 37,27%. Faktor utama yang menyebabkan rendahnya literasi di negara ini adalah konflik berkepanjangan yang menghambat sistem pendidikan. Selain itu, masih terdapat diskriminasi terhadap perempuan dalam akses pendidikan, sehingga banyak anak perempuan yang tidak bisa bersekolah.

2. Yaman (54,10%)
Yaman adalah negara di Asia Barat Daya yang juga memiliki angka literasi rendah, yaitu 54,10%. Perang saudara yang berlangsung selama bertahun-tahun menghancurkan sistem pendidikan di negara ini. Sekolah-sekolah banyak yang hancur akibat konflik, dan banyak anak terpaksa meninggalkan pendidikan mereka untuk bertahan hidup.

3. Pakistan (58,00%)
Pakistan mencatat tingkat literasi sebesar 58,00%. Ketimpangan dalam pendidikan sangat terlihat di negara ini, terutama antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Banyak anak-anak di daerah pedalaman yang tidak mendapatkan akses ke sekolah, sementara angka putus sekolah juga cukup tinggi, terutama di kalangan perempuan.

4. Timor Leste (69,90%)
Timor Leste, satu-satunya negara dari Asia Tenggara dalam daftar ini, memiliki tingkat literasi 69,90%. Sebagai negara yang relatif baru merdeka, Timor Leste masih menghadapi berbagai tantangan dalam membangun sistem pendidikan yang berkualitas. Infrastruktur sekolah yang terbatas dan minimnya tenaga pengajar menjadi kendala utama dalam meningkatkan literasi.

5. Bhutan (70,95%)
Bhutan memiliki tingkat literasi sebesar 70,95%. Meskipun negara ini dikenal memiliki kebijakan yang mendukung kebahagiaan nasional, akses pendidikan di daerah terpencil masih menjadi tantangan besar. Banyak anak-anak di pegunungan yang kesulitan pergi ke sekolah karena jaraknya yang jauh dan kurangnya transportasi.

6. Nepal (71,15%)
Nepal memiliki tingkat literasi sebesar 71,15%. Letak geografis negara ini yang didominasi oleh pegunungan membuat akses pendidikan menjadi sulit, terutama bagi anak-anak di desa-desa terpencil. Selain itu, bencana alam seperti gempa bumi sering kali merusak fasilitas pendidikan, memperlambat upaya peningkatan literasi.

Meningkatkan tingkat literasi di negara-negara ini memerlukan upaya yang serius, baik dari pemerintah setempat maupun bantuan dari organisasi internasional. Pembangunan sekolah, pelatihan guru, serta pemberian beasiswa bagi anak-anak kurang mampu adalah langkah-langkah penting dalam meningkatkan akses pendidikan. Selain itu, kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan juga harus terus didorong agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar.

Meskipun masih banyak tantangan, beberapa negara dengan tingkat literasi rendah sudah mulai menunjukkan perbaikan dalam sistem pendidikannya. Dengan dukungan yang tepat, diharapkan tingkat literasi di negara-negara ini dapat meningkat dalam beberapa tahun ke depan, sehingga lebih banyak orang bisa mendapatkan manfaat dari pendidikan yang layak.

Komentar

Tampilkan