Mudik Lebaran selalu menjadi momen yang dinanti banyak orang. Namun, kepadatan kendaraan yang meningkat signifikan membuat pemerintah dan pihak kepolisian menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas, salah satunya adalah contraflow. Meskipun efektif mengurangi kemacetan, sistem ini memiliki risiko tinggi yang patut diwaspadai.
Contraflow adalah metode rekayasa lalu lintas di mana satu atau dua lajur jalan tol digunakan secara berlawanan arah dari lalu lintas normal. Tujuannya adalah mengurangi kepadatan di jalur utama. Namun, pemisah jalur contraflow dengan jalur normal sering kali hanya berupa cone atau separator tipis, yang bisa sangat berbahaya jika terjadi kehilangan kendali dari salah satu kendaraan.
Salah satu risiko terbesar dari contraflow adalah potensi kecelakaan ‘adu kambing’—tabrakan frontal antara kendaraan dari arah berlawanan. Jika ada kendaraan yang melaju terlalu cepat atau tidak terkendali, tabrakan semacam ini bisa berakibat fatal. Kurangnya infrastruktur tambahan seperti pagar pembatas yang lebih kokoh juga meningkatkan risiko ini.
Selain risiko kecelakaan, contraflow juga dapat memberikan tekanan psikologis pada pengemudi. Jalan yang terbatas dan situasi yang tidak biasa bisa membuat pengemudi lebih tegang, terutama bagi mereka yang belum terbiasa. Kondisi ini meningkatkan kelelahan dan mengurangi konsentrasi, yang berujung pada potensi kecelakaan.
Tidak hanya contraflow, rekayasa one way atau satu arah juga memiliki bahaya tersembunyi. One way memang memperlancar arus kendaraan ke satu arah, tetapi banyak pengemudi yang belum terbiasa dengan sistem ini. Beberapa pengemudi mungkin ragu saat bermanuver atau mengalami kesulitan saat harus berpindah jalur, yang dapat memicu kecelakaan.
Selain itu, akses darurat dalam sistem one way menjadi lebih sulit dijangkau. Biasanya, jalur darurat seperti tempat berhenti untuk kendaraan mogok atau mengalami pecah ban berada di kiri jalan. Namun, dalam sistem one way, jalur darurat ini sering kali berada di kanan, yang membuat pengemudi butuh waktu untuk beradaptasi. Hal ini bisa memperlambat penanganan jika terjadi insiden di jalan.
Maka dari itu, para pemudik sebaiknya mempertimbangkan alternatif yang lebih aman jika memungkinkan. Menggunakan jalur normal di jalan tol atau bahkan memilih jalur non-tol bisa menjadi pilihan yang lebih baik, terutama bagi pengemudi yang tidak terbiasa dengan contraflow atau one way. Meskipun perjalanan mungkin lebih lama, keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
Bagi yang tetap memilih melewati jalur contraflow atau one way, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan keselamatan. Pertama, pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum berangkat. Kedua, patuhi batas kecepatan yang ditentukan dan tetap fokus saat berkendara. Ketiga, hindari mengemudi dalam kondisi lelah dan manfaatkan rest area untuk beristirahat jika diperlukan.
Penting juga untuk selalu memperhatikan rambu-rambu dan petunjuk dari petugas di lapangan. Jangan pernah mencoba melanggar aturan dengan berpindah jalur sembarangan atau mengemudi dengan kecepatan tinggi di jalur contraflow. Disiplin berlalu lintas adalah kunci untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Mudik seharusnya menjadi perjalanan yang menyenangkan untuk berkumpul dengan keluarga, bukan menjadi pengalaman yang berisiko. Dengan kesadaran dan kehati-hatian yang tinggi, para pemudik bisa sampai ke tujuan dengan selamat. Pastikan keselamatan selalu menjadi prioritas utama dalam perjalanan mudik Anda! 🚗✨


