Iklan

Latest Post


Investasi Emas vs. Deposito: Mana yang Lebih Baik Saat Inflasi?

Bhumi Literasi
Jumat, 21 Maret 2025, Maret 21, 2025 WIB Last Updated 2025-03-20T23:46:10Z


Inflasi adalah fenomena ekonomi yang menyebabkan harga barang dan jasa meningkat seiring waktu. Akibatnya, daya beli uang semakin berkurang jika tidak diimbangi dengan strategi keuangan yang tepat. Untuk melindungi nilai aset, banyak orang mempertimbangkan investasi dalam bentuk emas atau deposito. Namun, mana yang lebih baik dalam menghadapi inflasi?


Mengenal Inflasi dan Dampaknya

Inflasi terjadi ketika harga barang dan jasa meningkat dalam jangka waktu tertentu. Jika inflasi terus berlanjut tanpa diimbangi dengan kenaikan pendapatan atau investasi yang sesuai, daya beli masyarakat akan menurun. Oleh karena itu, menyimpan uang dalam bentuk tabungan saja bukan solusi ideal karena nilainya akan terus tergerus.


Mengapa Emas Populer Saat Inflasi?

Emas sering dianggap sebagai safe haven atau aset lindung nilai. Ketika inflasi meningkat, harga emas cenderung naik karena permintaan terhadap logam mulia ini meningkat. Emas juga memiliki sifat likuid, artinya bisa dengan mudah diperjualbelikan kapan saja tanpa mengalami depresiasi signifikan seperti mata uang.


Keuntungan Investasi Emas

Investasi emas memiliki beberapa keunggulan, di antaranya:
✅ Tahan terhadap inflasi – Nilai emas cenderung stabil atau meningkat seiring waktu.
✅ Likuiditas tinggi – Bisa dijual kapan saja dengan harga yang relatif stabil.
✅ Bebas pajak – Berbeda dengan deposito yang dikenakan pajak bunga, emas tidak dikenakan pajak saat disimpan.


Kekurangan Investasi Emas

Namun, ada juga beberapa kelemahan dari investasi emas:
❌ Tidak menghasilkan passive income – Berbeda dengan deposito yang memberikan bunga, emas hanya menguntungkan jika harga jualnya naik.
❌ Butuh penyimpanan yang aman – Emas fisik harus disimpan di tempat yang aman untuk menghindari kehilangan atau pencurian.


Deposito sebagai Alternatif Investasi Aman

Deposito adalah produk perbankan yang menawarkan bunga tetap dalam jangka waktu tertentu. Karena memiliki tingkat keamanan tinggi dan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), deposito menjadi pilihan banyak orang untuk menyimpan dana mereka dengan risiko minimal.


Keuntungan Deposito

Deposito memiliki beberapa keuntungan utama:
✅ Keamanan tinggi – Dijamin oleh LPS hingga Rp2 miliar per rekening.
✅ Menyediakan passive income – Memberikan bunga tetap yang bisa digunakan untuk kebutuhan lain.
✅ Tidak memerlukan pengelolaan khusus – Cukup menyimpan uang di bank, lalu menikmati bunga yang diberikan.


Kekurangan Deposito

Meski aman, deposito juga memiliki kelemahan:
❌ Kalah dengan inflasi – Jika suku bunga rendah, nilai uang bisa tetap tergerus oleh inflasi.
❌ Bunga terkena pajak – Pajak bunga deposito mencapai 20%, sehingga keuntungan bersih lebih kecil.
❌ Kurang fleksibel – Dana tidak bisa dicairkan sebelum jatuh tempo tanpa terkena penalti.


Mana yang Lebih Baik Saat Inflasi?

Jika tujuan utama adalah melindungi aset dari inflasi, emas lebih unggul karena nilainya cenderung naik dalam jangka panjang. Namun, jika ingin investasi yang stabil, aman, dan memberikan return tetap, deposito bisa menjadi pilihan.


Kombinasi Emas dan Deposito sebagai Strategi Investasi

Tidak harus memilih salah satu, karena kombinasi emas dan deposito bisa menjadi strategi yang lebih seimbang. Misalnya, sebagian dana bisa dialokasikan ke emas untuk jangka panjang, sementara sisanya ditempatkan di deposito untuk keamanan dan likuiditas dalam jangka pendek.


Kesimpulan: Pilih yang Sesuai dengan Kebutuhan

Baik emas maupun deposito memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jika ingin investasi yang bisa melawan inflasi, emas adalah pilihan yang tepat. Namun, jika mengutamakan keamanan dan pendapatan tetap, deposito lebih cocok. Pilihlah instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan dan profil risiko Anda!

Komentar

Tampilkan