Bidang Media dan Publikasi Bhumi Literasi Anak Bangsa mengumumkan kabar terbaru terkait kepengurusan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Founder sekaligus Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa, Rizal Mutaqin, S.Kom., M.Sc., resmi menunjuk Rizqi Munandar, S.Si., M.Si., untuk mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NTB.
Keputusan ini lahir setelah pembicaraan khusus antara beliau berdua, di mana keduanya membahas arah gerak komunitas literasi tersebut di NTB. Dalam pembicaraan tersebut, Rizal menekankan pentingnya memperluas jangkauan literasi hingga pelosok daerah agar generasi muda semakin terinspirasi untuk membaca, menulis, dan berkarya.
Rizqi Munandar dipandang tepat untuk mengemban tanggung jawab ini, mengingat rekam jejaknya yang aktif di bidang akademik dan organisasi. Dengan latar belakang pendidikan sains serta pengalaman mengelola organisasi, Rizqi diyakini mampu membawa semangat baru dalam membangun budaya literasi di NTB.
Hubungan personal antara Rizal dan Rizqi turut memperkuat kepercayaan ini. Keduanya adalah sahabat lama sejak menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Pertemuan mereka di kampus tidak hanya terjalin di gedung fakultas, tetapi juga melalui aktivitas organisasi kemahasiswaan.
Rizqi merupakan mahasiswa angkatan 2010, sementara Rizal masuk di tahun 2013. Meskipun terpaut tiga tahun, keduanya kerap terlibat dalam kegiatan yang sama, termasuk di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo UIN Malang. Dari sanalah lahir ikatan persahabatan sekaligus semangat untuk berprestasi.
Dalam kesempatan tersebut, Rizal menyampaikan harapannya agar kepemimpinan Rizqi di NTB dapat memperkuat jaringan Bhumi Literasi Anak Bangsa. Ia menilai NTB memiliki potensi besar dalam melahirkan generasi pembelajar yang cinta ilmu dan karya tulis.
Sementara itu, Rizqi Munandar menyatakan kesiapannya menerima amanah tersebut. Ia menegaskan bahwa literasi adalah kunci membangun peradaban, sehingga program kerja di NTB akan difokuskan pada pemberdayaan masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar.
Komunitas Bhumi Literasi Anak Bangsa sendiri selama ini dikenal aktif menggelar kegiatan berbasis pendidikan, pelatihan menulis, diskusi buku, serta pendampingan belajar. Hadirnya DPW NTB diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperluas pengaruh positif komunitas ini.
Kolaborasi Rizal dan Rizqi bukan hanya sekedar melanjutkan hubungan persahabatan, tetapi juga menjadi sinergi baru dalam gerakan literasi nasional. Keduanya optimistis bahwa literasi dapat menjadi jembatan menuju masa depan bangsa yang lebih cerdas dan berkarakter.
Dengan penunjukan ini, Bhumi Literasi Anak Bangsa semakin menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi melek literasi di seluruh Indonesia, termasuk NTB sebagai salah satu wilayah prioritas pengembangan.


